browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pembebasan dr Ayu, Wamenkes: Kebenaran yang Ada Sudah Sesuai Harapan

Posted by on February 8, 2014

Pembebasan dr Ayu, Wamenkes: Kebenaran yang Ada Sudah Sesuai Harapan

154821_wamenkes_detikfoto

Jakarta, Berdasarkan putusan peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung (MA), dr Dewa Ayu Sasiary Prawani, SpOG dan kawan-kawannya dibebaskan dari jerat hukum. Menanggapi hal ini, wakil menteri kesehatan Prof. Ali Ghufron Mukti mengaku bersyukur.

“Bersyukur karena memang kebenaran yang ada bisa sesuai dengan harapan. Dengan keputusan ini memang benar bahwa dr Ayu nggak niat membunuh, dia juga melakukan tindakan profesional sesuai dengan prosedur medis yang memang seharusnya seperti itu,” kata Ali Ghufron usai menghadiri pembukaan Gebyar Aksi Nasional Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS) di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2/2014)

Lebih lanjut, Ali mengatakan karena tidak ada niatan membunuh pasien berarti dokter juga telah mengupayakan yang terbaik untuk pasiennya. Oleh karena itu, keputusan Mahkamah Agung dinilai Ghufron merupakan keputusan yang terbaik.

“Terutama bagi kalangan provider dan dokter supaya di kemudian hari bisa selalu memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat,” imbuh Ghufron.

“Dari fenomena ini yang harus jadi perhatian dan harus dilakukan adalah dokter harus memberikan informasi yang tepat, komplit pada pasien dan juga melakukan tindakan sesuai prosedur dan standar pelayanan medis,” pungkas Ghufron.

Mulanya dr Dewa Ayu Sasiary Prawani, SpOG, dr Hendry Simanjuntak, dan dr Hendy Siagian divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Manado terkait operasi caesar yang mengakibatkan pasien meninggal dunia. Adapun anak yang dilahirkan selamat. Atas vonis ini, jaksa lalu mengajukan kasasi.

Namun majelis kasasi yang terdiri dari Artidjo Alkostar, Dudu Duswara dan Sofyan Sitompul membalik keadaan dengan menghukum 10 bulan penjara bagi dr Ayu dkk karena kealpannya mengakibatkan pasien meninggal dunia. Vonis ini didemo besar-besaran oleh para dokter di berbagai kota di Indonesia. Vonis kasasi ini lalu dibatalkan oleh MA. Meskipun dalam putusannya, hakim PK tidak mengambil putusan secara bulat, karena salah satu hakim dissenting opinion.

Putusan ini diketok oleh majelis hakim 5 hakim agung yaitu Dr M Saleh, Maruap Dohmatiga Pasaribu, Prof Dr Surya Jaya Syarifuddin dan Margono. Dasar pertimbangan mengabulkan PK yaitu para terpidana tidak menyalahi SOP dalam penanganan operasi sectio caesaria sehingga pertimbangan judex facti pada PN sudah tepat.

dikutip dari :

http://health.detik.com/read/2014/02/08/154618/2491135/763/pembebasan-dr-ayu-wamenkes-kebenaran-yang-ada-sudah-sesuai-harapan?l992205755

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>