browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Dimana Letak Bahagia Anda?

Posted by on January 24, 2014

Dimana Letak Bahagia Anda?

Edited by Heni Endrawati

“Tempat untuk berbahagia itu ada disini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia”

– Robert G. Ingersoll

Smile

Teman-teman, apakah saat ini merasa bahagia?

Dimana letak kebahagiaan Anda sesungguhnya?

Apakah pada moleknya tubuh?, Jelitanya rupa?, Tumpukan harta?, ….atau barangkali punya mobil mewah dan tingginya jabatan?

Jika itu semua sudah Anda dapatkan, apakah bisa memastikan bahwa anda *akan* bahagia? Hari ini saya akan mengajak anda untuk melihat, kalau limpahan harta tidak selalu mengantarkan pada kebahagiaan

Dan ini kisah nyata…

Ada delapan orang miliuner yang memiliki nasib kurang menyenangkan di akhir hidupnya. Tahun 1923, para miliuner berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu, mereka adalah kumpulan orang-orang yang sangat sukses di zamannya. Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25 tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya
satu persatu :

  • Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel, perusahaan besi baja ternama waktu itu. Dia mengalami kebangkrutan total, hingga harus berhutang untuk membiayai 5 tahun hidupnya sebelum meninggal.
  • Richard Whitney, President New York Stock Exchange. Pria ini harus menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing.
  • Jesse Livermore (raja saham “The Great Bear” di Wall Street), Ivar Krueger (CEO perusahaan hak cipta), Leon Fraser (Chairman of Bank of International Settlement), ketiganya memilih mati bunuh diri.
  • Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Hupson sakit jiwa dan meninggal di rumah sakit jiwa.
  • Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, meninggal di negeri orang lain.
  • Albert Fall, anggota kabinet presiden Amerika Serikat, meninggal di rumahnya ketika baru saja keluar dari penjara.

Kisah di atas merupakan bukti, bahwa kekayaan yang melimpah bukan jaminan akhir kehidupan yang bahagia! Kebahagiaan memang menjadi faktor yang begitu didambakan bagi semua orang. Hampir segala tujuan muaranya ada pada kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa merasakan *hidup* jika sudah menemukan kebahagiaan.

 

Pertanyaannya, di mana kita bisa mencari kebahagiaan?

Apakah di pusat pertokoan? Salon kecantikan yg mahal? Restoran mewah?Di Hawaii? di Paris? atau di mana?

Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu dicari kemana-mana… karena ia ada di hati setiap manusia.

Carilah kebahagiaan dalam hatimu!

Telusuri ‘rasa’ itu dalam kalbumu!

Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana…

 

Hari ini saya akan berbagi tips bagaimana kita sesungguhnya bisa mendapatkan kebahagiaan*setiap hari*.

Berikut adalah tips yang bisa Kita lakukan:

1.  Mulailah Berbagi!

Ciptakan suasana bahagia dengan cara berbagi dengan orang lain, bersedekah, berinfak maupun beramal. Dengan cara berbagi akan menjadikan hidup kitaterasa lebih berarti.

2. Bebaskan hati dari rasa benci,

Bebaskan pikiran dari segala kekhawatiran dan suudzon (berpeasangka buruk). Menyimpan rasa benci, marah atau dengki hanya akan membuat hati merasa tidak nyaman dan tersiksa.

3.  Murahlah dalam memaafkan!

Jika ada orang yang menyakiti, jangan balik memaki-maki. Mendingan berteriak :

“Hey! Kamu sudah saya maafkan!!”.

     Dengan memiliki sikap demikian, hati kita akan menjadi lebih tenang, dan amarah kita bisa hilang. Tidak percaya? Coba saja!

4.  Lakukan sesuatu yang bermakna.

Hidup di dunia ini hanya sementara. Lebih baik kita gunakan setiap waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang bermakna, untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Dengan cara seperti ini maka kebahagiaan kita akan bertambah dan terus bertambah.

5.  Dan yang terakhir, anda jangan terlalu banyak berharap pada orang lain, nanti anda akan kecewa!

6.  Selalu tersenyum (“keep smile”)

 

Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung jawab masing-masing, bukan tanggung jawab teman, keluarga, kekasih, atau orang lain.

Lebih baik kita perbanyak harap hanya kepada Alloh SWT Yang Maha Kasih dan Kaya. Karena Dia-lah yang menciptakan kita, dan Dia-lah yang menciptakan segala
‘rasa’, termasuk rasa bahagia yang selalu saya dan anda inginkan.

Subhanallah… mahasuci Alloh yang telah menganugerahkan segala kenikmatan didunia ini.  “Semoga kita bisa selalu untuk Bahagia” Amiin….

“This motivation was written by Anne Ahira for me
Thank you so much, hopefully be an inspiration and encouragement to be better for me and others. Amin… Amin… ya Robbal’alamin…”
 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>